Kerentanan di Sumatra

Asesmen Kerentanan Masyarakat terhadap Proyek Transisi Energi di Enam Wilayah—Sumatra Utara

1

Banjir besar baru-baru ini membawa sampah kayu dan bahkan bangkai orangutan Tapanuli. Ini salah satu penanda bahwa kesimbangan ekologi di Sumatra Utara yang semakin rentan.

Dengan keseimbangan ekologis yang makin rentan itu, kemudian muncul pertanyaan:

Apakah banjir bandang di Sumatra hanya bencana alam? Ataukah ada yang lebih besar yang kita lupakan?

2

Gencarnya PSN dan Kaitannya dengan Proyek Transisi Energi

Batang Toru: Hutan yang Jadi Korban

Di Hutan Batang Toru, salah satu proyek transisi energi dibangun disana dan mengancam rumah terakhir orangutan Tapanuli. Selain itu, proyek pembangkit listrik tenaga air di Batang Toru berbahaya karena lokasinya di jalur gempa aktif Sesar Sumatra, serta memicu banjir buatan.

Rusaknya hutan = aliran air tak terkontrol = Banjir!

Apa hubungan hutan, energi, dan bencana?

3

Hasil Asesmen Yayasan Tifa:

Kerentanan Lingkungan Lainnya dari Proyek Transisi Energi di Sumatra Utara

Baru-baru ini, Yayasan Tifa telah mendapatkan beberapa temuan dari asesmen di salah satu proyek transisi energi panas bumi di Mandailing Natal.

Beroperasinya pembangkit listrik tenaga panas bumi cukup mengancam kesehatan masyarakat di sekitar proyek akibat dari keracunan gas. Bukan hanya berdampak bagi kesehatan namun juga dampak ekonomi masyarakat akibat terjadinya kerusakan lahan.

Air tercemar, tanah rusak—masyarakat dan alam kembali menjadi korban.

Lalu, apakah proyek transisi energi ini masih layak disebut transisi energi yang adil?

4

Banjir Jadi Simbol Kerusakan Ekosistem

Banjir bukan lagi fenomena alam, tapi alarm kerusakan. Saat hutan digerus, sungai tak lagi mengalirkan kehidupan, melainkan sampah kayu dan lumpur yang menghancurkan. Jangan biarkan ekosistem hancur demi ambisi yang mengabaikan keselamatan.

Apa yang bisa kita lakukan?

7

Mari Beralih ke Transisi Energi yang Berkeadilan!

Transisi energi merupakan keniscayaan, tapi bila itu justru memperbesar kerentanan ekologi, maka itu sebuah ketidakadilan.

Bencana ekologi tidak dapat dihindari jika kerentanan ekologi semakin meningkat.

Kita butuh energi terbarukan yang ramah alam dan berkeadilan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top