Buku

Buku

Laporan Hasil Assessment Penanganan Kekerasan terhadap Jurnalis di Indonesia

Indeks Kebebasan Pers (IKP) Indonesia pada 2022 yang dilakukan Dewan pers menyatakan skor IKP sebesar 77.78. Skor ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun naik sebesar 1.86, angka belum juga menjadi jaminan keselamatan jurnalis di Indonesia sudah lebih baik. Bahkan melalui laporan assessment Yayasan Tifa di 3 regional di Indonesia, kami banyak menemukan fakta miris. Apa saja data dan temuan tersebut? Baca selengkapnya melalui laporan berikut!

Buku

Aktivisme Digital di Indonesia

Bagaimana potret aktivisme digital organisasi masyarakat sipil (OMS) di Indonesia pada periode 2016-2021? Bagaimana efektivitas dan impilikasinya terhadap dinamika sosial politik di Indonesia? Serta apa strategi dan praktik konkret yang perlu diadopsi OMS dalam melakukan aktivisme digital terutama di tengah menyempitnya ruang sipil?

Penelitian ini hadir untuk menjawab dan memperkaya diskursus gerakan sosial masyarakat sipil di Indonesia. Di samping itu temuan dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi OMS dan kelompok muda di Indonesia dalam memaksimalkan aktivisme digital di tengah menyempitnya ruang sipil.

Baca selengkapnya

Buku

Menafsir Demokrasi Konstitusional

Reformasi konstitusi di Indonesia sebagai buah dari gerakan reformasi 1998 yang tercermin dalam amandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali (1999-2002) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia dengan pergeseran orientasi dari supremasi institusi (MPR) ke supremasi konstitusi. Sebagai konsekuensinya, seluruh tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus merujuk dan bersumber pada konstitusi sebagai hukum tertinggi. Baca selengkapnya

Buku

Mencetak Pemimpin Politik Dari Bawah

Selama kurun waktu kemerdekaan Indonesia, pimpinan organisasi pemerintahan silih berganti, dari pimpinan yang menggagas Indonesia merdeka, lalu beralih ke pimpinan yang hampir 100% mengedepankan pendekatan militer dalam menjalankan roda pemerintahan. Setelah masa reformasi, Indonesia berturut-turut dipimpin oleh 4 presiden yang semuanya memiliki latar pengalaman politik yang berbeda-beda. Baca selengkapnya.

Buku

Dominasi TV Swasta (Nasional) Tergerusnya Keberagaman Isi dan Kepemilikan

Jika disederhanakan. industri penyiaran kita, khususnya televisi, telah bersalin rupa. Ia berubah dari semula sebagai sebuah kekuatan akhirnya mengancam demokrasi itu sendiri. Adalah suatu kesesatan pikir jika demokrasi dianggap semata-mata sebagai persoalan menguatnya aspirasi rakyat lewat lepasnya otoritarinisme negara. Terlebih bagi media massa yang punya irisan kuat dengan ekonomi, ancaman demokrasi juga bisa muncul lewat menguatnya media massa sebagai lembaga ekonomi yang mengorbankan aspek publik dalam perilakunya. Baca selengkapnya

Buku

Pedoman Perilaku Jurnalis

Penyusunan kode perilaku jurnalis sangat penting bagi jurnalis, media, terutama organisasi jurnalis seperti AJI. Jurnalis tidak hanya membutuhkan kode etik yang akan memandunya dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis, tetapi juga membutuhkan kode perilaku. Sebab di dalam kode perilaku tersebut dibahas suatu problem etik profesi secara lebih detil dibandingkan dengan kode etik. Baca selengkapnya

Buku

Membumikan e-Parliament

Kemunculan internet yang diikuti oleh media sosial mengubah pandangan dan perilaku individu banyak kalangan terhadap informasi, relasi, dan cara memenangkan sebuah kontestasi. Pada awal 2021, WeAreSocial melansir jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta dari 274,9 juta total penduduk. Dari jumlah tersebut, 170 juta diantaranya merupakan pengguna media sosial aktif. Dengan jumlah yang sedemikian besar dan kian meningkat, semua kalangan termasuk pemerintah dan parlemen perlu segera berbenah, mengelola dunia maya seserius pengelolaan di dunia nyata. Baca selengkapnya

Buku

Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat

Sejak awal berdirinya Muhammadiyah sudah menggarap bidang pendidikan; yang telah menyatu dengan denyut perserikatan sejak 1912. Sulit dibayangkan bagaimana wajah Muhammadiyah sekarang jika tidak menggarap bidang pendidikan. Setelah hampir satu abad apakah kemajuan pendidikan Muhammadiyah sudah senantiasa seiring dengan kemajuan zaman dan kebutuhan masyarakat? Baca buku ini untuk menemukan jawabannya

Scroll to Top