Tentang Yayasan Tifa
Yayasan Tifa (Tifa Foundation)
Yayasan Tifa merupakan organisasi masyarakat sipil yang mendorong terwujudnya masyarakat terbuka. Kami percaya dengan terwujudnya masyarakat terbuka, akan lahir partisipasi aktif, inklusif, dan konstruktif dari semua pihak, yang akan membawa kita pada dunia yang lebih berkemanusiaan dan adil.
Lembaga ini didirikan pada 8 Desember 2000 secara resmi oleh 13 tokoh masyarakat sipil yang beragam dan berpengaruh di Indonesia, antara lain:
-
Hadi Soesastro,
Pendiri CSIS -
Felia Salim,
Pakar Ekonomi -
(Alm.) Daniel Dhakidae,
Pakar Politik -
Todung Mulya Lubis,
Pakar Hukum
-
Goenawan Mohamad,
Budayawan, Jurnalis -
Bambang Widjodjanto,
Pendiri KontraS -
Tosca Santoso,
Jurnalis -
Riefqi Muna,
Pendiri Center for Security and Defence Studies -
Debra Yatim,
Jurnalis
-
Lukas Luwarso,
Jurnalis -
Budi Santoso,
Pakar Hukum -
Chusnul Mariyah,
Pendiri Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi -
Smita Notosusanto,
Pendiri Komisi Nasional Anti-Kekekerasan terhadap Perempuan
(Dalam) masyarakat terbuka semua terbuka, maka tidak ada kelas sosial yang diakui dan tidak diakui. Semua adalah citizens dan semua mempunyai hak yang sama dalam partisipasi dalam demokrasi itu,”
Daniel Dhakidae
Yayasan Tifa, yang lahir dari rahim reformasi ini hadir untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat:
- Memiliki akses dalam berpikir, bersuara, berpendapat, berekspresi,
- Memperoleh dan menyebarkan informasi, serta
- Berpartisipasi aktif juga bermakna dalam kemaslahatan bersama.
Demi terciptanya demokrasi yang adil, terutama bagi masyarakat marjinal, minoritas, dan yang terpinggirkan — mereka yang mengalami ketidakadilan.
Memanggil, Berkumpul, Bersuara — Bertindak Bersama Tifa!
Terinspirasi dari alat musik tradisional Indonesia Timur, Tifa, yang digunakan untuk memanggil warga sekitar turut serta dalam pertemuan atau acara adat, juga menyebarkan pesan kedamaian dan keharmonisan, semangat inilah yang menjadi “nyawa” bagi Yayasan Tifa.
Tifa mengedepankan pelibatan inklusif, partisipatif, juga konstruktif—memastikan terwujudnya demokrasi berkeadilan dan berlandaskan kemanusiaan.
visi
Terwujudnya masyarakat terbuka yang berkhidmat kepada kebhinekaan, kesetaraan dan keadilan.
Misi
Menjaga iklim demokrasi yang memastikan kebebasan sipil, termasuk dalam ranah digital dan terpenuhinya hak asasi manusia.
Mendorong tata kelola yang baik di sektor pemerintah, korporasi, dan organisasi masyarakat sipil.
Memperkuat sumber daya masyarakat sipil untuk membangun sinergi dan partisipasi berbasis pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Mendorong upaya perlindungan wilayah kelola rakyat dan penanganan iklim yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Meningkatkan kolaborasi yang konstruktif dalam pembangunan demokrasi dan hak asasi manusia, manajemen sumber daya alam dan perubahan iklim, serta tata kelola data dan digital.
Nilai-Nilai
Dalam menjalankan kerja-kerjanya, Yayasan Tifa berpegang teguh pada nilai keterbukaan, kesetaraan, kebinekaan (keberagaman), dan keadilan. Sebagai pedoman dalam menentukan setiap intervensi (program), kebijakan, dan keseharian.
Strategic Programs
Komitmen Tifa dalam mendampingi dan memperjuangkan berbagai isu penting membuat rekam jejaknya diakui secara luas. Advokasinya menyentuh aspek:
- Kemanusiaan dan hukum seperti penyelesaian HAM berat, hak reparasi korban, terorisme, bantuan hukum,
- Tata kelola pemerintahan, serta reformasi regulasi seperti UU Penyiaran, UU Yayasan, dan UU Buruh Migran,
- Penguatan demokrasi melalui isu kesetaraan gender, hak disabilitas, representasi kaum marjinal, keberagaman gender dan seksualitas, inklusi lintas iman, dan pemantauan pemilu,
- Keadilan sosial dan ekologi, jejak kerjanya mencakup penanganan konflik agraria, penolakan kekerasan negara dan agama, gerakan antikorupsi, hak masyarakat adat, serta
- Isu terkini seperti pelindungan data pribadi, hak digital, keselamatan jurnalis, serta kelestarian alam dan penanganan krisis iklim.
Tifa menghimpun dan mengklasifikasikannya dalam tiga isu strategis yang menjadi pedoman dalam melakukan kerja-kerjanya: (1) Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, (2) Tata Kelola dan Kebijakan Data, (3) Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Keadilan Iklim.
Isu atau Program Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Yayasan Tifa mendukung gerakan masyarakat sipil dalam memperjuangkan terwujudnya demokrasi dan terpenuhinya hak asasi manusia, dengan melawan tindakan atau bentuk-bentuk ketidakadilan.
Berbagai inisiatif telah dilakukan, namun kini Tifa fokus pada tiga area intervensi:
- Keadilan Transisi bagi kasus pelanggaran HAM berat,
- Jurnalisme Aman untuk memastikan tersedianya sistem perlindungan terhadap kerja pers, dan
- Jaringan Penyedia Layanan Keamanan Integral, menawarkan bantuan atau dukungan perlindungan holistik bagi para pembela HAM dan Lingkungan.
Isu atau Program Tata Kelola dan Kebijakan Data Yayasan Tifa mengadvokasi publik, pemerintah, maupun sektor lainnya dalam tata kelola data dan teknologi yang inklusif dan setara. Memastikan terpenuhinya hak digital bagi setiap orang.
Program ini mendorong kebijakan berbasis penelitian dalam perlindungan data pribadi, transparansi platform digital, dan regulasi terkait teknologi elektronik serta Akal Imitasi (AI). Selain itu, ia juga mendukung terbentuknya ekosistem keamanan digital bagi kelompok rentan, menguatkan kapasitas masyarakat sipil dalam tata kelola data yang bertanggung jawab, dan menyoroti risiko privasi yang timbul dari bisnis platform digital.
Saat ini, Tifa fokus pada Ketahanan Digital Masyarakat Sipil dan Inisiatif Demokrasi Digital (Digital Democracy Initiative).
Isu atau Program Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Keadilan Iklim Yayasan Tifa melakukan advokasi untuk tata kelola SDA yang berkelanjutan juga keadilan lingkungan di tengah krisis iklim. Inisiatif ini dilakukan melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat lokal, dan advokasi kebijakan.
Selain itu, melalui program ini, Tifa mengampanyekan penyadartahuan akan keberagaman, kesetaraan, dan keadilan dalam isu limbah elektronik, peran perempuan dalam tata kelola hutan, dan UU Minerba (Hukum Tambang).
Tifa juga terlibat kerja sama dalam memastikan transisi energi bersih yang kini marak diusung oleh global, berjalan dengan adil, inklusif, dan berkelanjutan.