Kerja Kami
Selama lebih dari 25 tahun, Yayasan Tifa telah melakukan dan mendampingi advokasi di pelbagai isu kritis berupa penyempitan ruang sipil baik di Indonesia maupun Asia Timur dan Tenggara—menjaga nyala api reformasi serta upaya merealisasikan demokrasi berkeadilan dan berlandas kemanusiaan, melalui terwujudnya masyarakat terbuka (lih. Tentang Kami).
Dalam Rencana Strategis 2025–2029, Tifa fokus pada tiga isu besar: HAM dan Demokrasi, Data dan Digital, serta Lingkungan dan Iklim. Baik secara:
- Tata kelola, memastikan kinerja pengelola negara atau pembuat kebijakan menyediakan ruang dan sistem yang melindungi hak masyarakat,
- Riset dan advokasi kebijakan, memberi perspektif objektif dan menyajikan saran konstruktif,
- Penguatan ekosistem yang aman, melalui peningkatan kapasitas dan pembentukan jaringan pendukung yang kuat, serta
- Bekerja sama dan bekerja bersama dengan gerakan akar rumput sebagai ujung tombak perlindungan para pemangku hak.
Isu atau Program Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Yayasan Tifa mendukung gerakan masyarakat sipil dalam memperjuangkan terwujudnya demokrasi dan terpenuhinya hak asasi manusia, dengan melawan tindakan atau bentuk-bentuk ketidakadilan.
Berbagai inisiatif telah dilakukan, namun kini Tifa fokus pada tiga area intervensi:
- Keadilan Transisi bagi kasus pelanggaran HAM berat,
- Jurnalisme Aman untuk memastikan tersedianya sistem perlindungan terhadap kerja pers, dan
- Jaringan Penyedia Layanan Keamanan Integral, menawarkan bantuan atau dukungan perlindungan holistik bagi para pembela HAM dan Lingkungan.
Isu atau Program Tata Kelola dan Kebijakan Data Yayasan Tifa mengadvokasi publik, pemerintah, maupun sektor lainnya dalam tata kelola data dan teknologi yang inklusif dan setara. Memastikan terpenuhinya hak digital bagi setiap orang.
Program ini mendorong kebijakan berbasis penelitian dalam perlindungan data pribadi, transparansi platform digital, dan regulasi terkait teknologi elektronik serta Akal Imitasi (AI). Selain itu, ia juga mendukung terbentuknya ekosistem keamanan digital bagi kelompok rentan, menguatkan kapasitas masyarakat sipil dalam tata kelola data yang bertanggung jawab, dan menyoroti risiko privasi yang timbul dari bisnis platform digital.
Saat ini, Tifa fokus pada Ketahanan Digital Masyarakat Sipil dan Inisiatif Demokrasi Digital (Digital Democracy Initiative).
Isu atau Program Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Keadilan Iklim Yayasan Tifa melakukan advokasi untuk tata kelola SDA yang berkelanjutan juga keadilan lingkungan di tengah krisis iklim. Inisiatif ini dilakukan melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat lokal, dan advokasi kebijakan.
Selain itu, melalui program ini, Tifa mengampanyekan penyadartahuan akan keberagaman, kesetaraan, dan keadilan dalam isu limbah elektronik, peran perempuan dalam tata kelola hutan, dan UU Minerba (Hukum Tambang).
Tifa juga terlibat kerja sama dalam memastikan transisi energi bersih yang kini marak diusung oleh global, berjalan dengan adil, inklusif, dan berkelanjutan.